Disuspend Karena Dilaporkan Penumpang, Driver Ojek Online Tulis Curhatan Menyanyat Hati

Menjadi driver ojek online menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Namun, tak sedikit cobaan yang harus dihadapi saat bekerja.

Mulai dari order fiktif yang merugikan, penumpang yang judes dan memberikan bintang satu, hingga penumpang yang melaporkan driver hanya karena masalah sepele.

Seperti yang dialami driver ojek online satu ini. Dia menceritakan kronologis dirinya dilaporkan oleh penumpang. Karena hal itu, ia malah kehilangan pekerjaannya. Padahal, pekerjaan itu sangat dibutuhkan untuk menghidupi sang anak.

Kisah satu ini dituliskan oleh pengguna Facebook dengan nama akun Abdul Jana. Ia mengaku dilaporkan penumpang hanya karena menggunakan kendaraan dengan plat nomor yang berbeda dengan yang tertera di aplikasi.

“Terima kasih buat penumpang saya…yg telah menghancurkan pekerjaan sy sebagai driver gr*b…..karena hal sepele…plat nomer beda..dia langsung melaporkan sy ke kantor gr*b…..sy pun langsung di suspen alias gak bisa narik lg….” tulisnya di Facebook, Senin (26/2/2018) pukul 16.42.

Karena suspend yang diberikan, Jana tak bisa lagi melakukan pekerjaan tersebut. Padahal, dari pekerjaan tersebut ia mencari nafkah untuk sang anak yang telah ditinggal ibunya.

“tapi maaf….sy mencari nafkah tuk anak sy yg telah di tinggal mamanya (meninggal dunia)…….semoga pelapor hatinya puas atas apa yg telah dia perbuat…sekarang kami hanya berharap..semoga allah swt akan memberi kami kemudahan dalam mencari rizkinya tuk buah hati sy….amin yra….” ungkapnya.

Curhatan ini pun langsung viral dan jadi perhatian netizen. Postingan dengan foto sang anak di sebelah makam ibunya itu telah dibagikan lebih dari 7 ribu kali dan mendapatkan 27 ribu like.

Diantara 13 ribu komentar yang ada, tak sedikit netizen yang memberikan doa dan menyemangati Jana agar tetap bersabar menghadapi cobaan ini.

“yg sabar mas,,,,jln msh selalu ada untk orng mau brusaha,,,mga scptya dpt pkrjn yg lbh baik amin,,,dn biarlh orng yg tlh mlprkn mas bsa mrnngi yg dia lkkn,,,,” tulis akun Budi S Susanto.

Tak sedikit pula netizen yang menyayangkan tindakan penumpang tersebut. “Q sering dpet driver yg nama sama org yg di foto malah beda. tpi ttep naik aja. Klo kmana2 itu berdoa.. Insya Allah jauh dr musibah. Klo kyak gni ksihan drivernya. Mnutup rejeki org itu namanya.” komentar Hanna Robert.

Setelah pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis kasus penistaan agama yang menimpanya dikabulkan Mahkamah Agung, Senin (26/2/2018) kemarin, sidang perdana PK Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun dimulai. Seperti diberitakan laman jawapos.com, dengan bergulirnya permohonan PK ini, wacana yang merebak menyebut bahwa Ahok berupaya cepat bebas sehingga bisa maju di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Bahkan, menanggapi wacana yang berkembang itu, beberapa masa tampak meresponnya dengan mengawal sidang perdananya. Pernyataan pun keluar dari sang adik yang tak lain adalah pengacara Ahok, Fifi Lety Indra. Saat dikonfirmasi terkait dengan wacana itu, ia mengaku tidak tahu soal rencana pencalonan kakanya tersebut. “Enggak tahu saya,” kata Fifi ingkat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). Tidak bisa dipungkiri bahwa wacana itu mulai berkembang setelah sejumlah tokoh masyarakat menyuarakannya. Sekretaris Jendereal Forum Umat Islam (FUI) Al Khathat sebelumnya sempat mengungkakpakn bahwa permohonan Peninjauan Kembali (PK) terpidana kasus penistaan agama Ahok perlu diwaspadai. Menurut Al Khathath, jika PK itu dikabulkan, maka Ahok akan bebas dan kembali terjun ke panggung politik tanah air. “Kalau dia bebas, dia bisa balik jadi politisi, jadi pejabat, cukuplah penderitaan umat selama dia jadi Gubernur DKI,” kata Al Khathath dikutip dari jawapos.com. Bahkan, Al Khathath juga menuturkan bahwa apabila Mahkamah Agung menerima pengajuan PK mantan Bupati Belitung Timur itu, maka hal tersebut hanya akan menakiti hati seluruh umat islam. “Karena jika dia bebas, tentu sangat menyakiti rasa keadilan umat, bagaimana seorang penista kitab suci umat dibebaskan setelah diputus bersalah dan dijebloskan ke penjara, menjadi narapidana,” papar Al Khathath. Oleh sebab itulah Al Khatath mengaku bahwa pihaknya akan mengawal permohonan PK Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. “Saya sendiri posisi di luar kota, tapi banyak kawan yang biasa kumpul di FUI hadir. Dalam kasus Ahok harus diwaspadai, politik itu seni memanfaatkan peluang,” tandasnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajukan peninjauan kembali (PK) vonis dua tahun penjara ke Mahkamah Agung (MA). Terkait hal ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) buka suara. Salah satu anggota JPU, Sapta Subrata, menyebutkan bahwa pengajuan PK ini diajukan karena beranggapan bahwa vonis 1,5 tahun Buni Yani ada sangkut pautnya dengan vonis 2 tahun penjara Ahok. Meski muncul anggapan itu, Sapto menegaskan bahwa kasus yang menjerat Buni Yani dan Ahok tidak memiliki kaitan apapun. Sebab, delik kedua kasus ini sangat berbeda. Pada kasus Buni Yani, vonis dijatuhkan sesuai UU ITE. Sementara pada kasus Ahok, vonis dijatuhkan karena adanya penodaan agama Islam. Bukti yang diajukan selama persidangan pun berbeda. “Deliknya berbeda, sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembuktian karena buktinya beda-beda,” terang Sapta usai sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (26/2/2018) kemarin, dilansir kompas.com. Selain itu, jaksa juga menyoroti adanya alasan pengajuan PK karena kekhilafan hakim selama persidangan yang mengambil dan mencantumkan sebagian fakta, tapi mengabaikan fakta persidangan yang sebenarnya bisa menguntungkan Ahok. Menurut jaksa, anggapan ini tidaklah benar. Sebelum mengambil keputusan, hakim telah mempertimbangkan fakta persidangan sesuai alat bukti yang dihadirkan. Sementara itu, fakta yang dianggap dapat menguntungkan Ahok sebenarnya tidak terkait dengan pembuktian unsur tindak pidana yang didakwakan penuntut umum. Oleh karena itu, hakim menjatuhkan vonis penjara 2 tahun. “Sehingga sudah tepat pertimbangan majelis hakim yang tidak mempertimbangkan sebagai suatu fakta ketika mempertimbangkan unsur delik yang didakwakan penuntut umum,” lanjut Sapta. Dengan adanya dua alasan tersebut sebagai dasar pengajuan PK, Sapta menegaskan bahwa PK yang diajukan Ahok tak dapat diterima, sesuai Pasal 263 ayat 2 KUHP. Jaksa juga meminta agar MA menolak PK tersebut.

Latest article

DAFTAR BANDAR TOGEL TERPERCAYA

10 Nama Situs Bandar Togel Online Terpercaya

Situs togel online uang asli terpercaya di Indonesia sangat banyak, ada ratusan bahkan sudah mencapai ribuan situs togel online yang terbagi dalam beberapa server...

5 Situs Togel Online Terpercaya

5 Situs Togel Online Terpercaya 1. TOGELUP ( klik disini untuk mendaftar ) Situs togel online terpercaya pertama yang kami anjurkan kepada kalian adalah TOGELUP, sebuah...

BANDAR TOGEL RESMI DAN TERPERCAYA

 Situs togel online uang asli terpercaya di Indonesia sangat banyak, ada ratusan bahkan sudah mencapai ribuan situs togel online yang terbagi dalam beberapa server...